Menjelang Adha Jauh Dari Keluarga
Ada rasa ketar ketir menjelang Idul Adha tahun ini, karena sedang jauh dari keluarga
dan belum ada kejelasan, kapan dapat menyelesaikan tugas sehingga dapat segera kembali
Tapi di tengah merenung sambil ngoding :)
jadi teringat, entah kapan beberapa tahun yang lalu, pernah di suatu malam takbiran juga menjelang adha
sedang ngaduk semen bersama teman karib, yaitu Sulaiman :)
Entah kenapa, mengingat itu bukan rasa bangga yang di rasa, tapi perasaan tolol :)
Memang, ngerti juga, bahwa segala tragedi, kalau sudah berlalu, kadang malah menjadi komedi,
dan, ini boleh jadi, akan menjadi komedi lain lagi di masa depan :) duh,
sptnya kedidupan bermain komedi ini harus segera diubah, menjadi kehidupan2 yg lebih berarti
Tapi hidup macam apa pulak yang tidka akan menjadi komedia?
hidup seperti Pak Jokowi kah? yang sedang menggetarkan jagad indonesia belakangan ini?
Atau hidup disudut sunyi orang yang sama sekali kita pikir tak berarti?

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home